Model Kepemimpinan Kepala Sekolah SD Sebagai Supervisor

Model Kepemimpinan Sekolah SD Sebagai Seorang Supervisor – Tercapainya tujuan di sekolah banyak ditentukan oleh keberhasilan kepemimpinan seorang pemimpin sekolah dalam menjalankan peranan dan tugasnya. Begitu pula dengan keberhasilan kepemimpinan pemimpin sekolah dasar.

Perlu diketahui jika lembaga pendidikan formal tingkat SD adalah salah satu organisasi pendidikan yang utama dalam jenjang pendidikan dasar. Sekolah formal di tingkat SD ini bertujuan buat memberikan bekal keahlian dasar kepada peserta didik buat mengembangkan kehidupannya. Sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia.

Serta mempersiapkan peserta didik buat mengikuti pendidikan menengah. Tugas pemimpin sekolah menjadi dua: proses administrasi (merencanakan, mengorganisasi,mengkoordinasi, mengkomunikasikan, mempengaruhi, dan mengevaluasi). Kemudian bidang garapan pendidikan (program sekolah, siswa, personel, dana, fasilitas fisik, dan hubungan dengan masyarakat). Pemimpin sekolah yang efektif memiliki beragam keahlian yang memadai, meliputi: Keahlian pendidikan, Keahlian personal, Keahlian relasional, dan Keahlian intelektual. Tidak lupa juga harus mempunyai keahlian keorganisasian.

Di dalam pendidikan yang formal, mempunyai bertujuan yang membentuk manusia yang berkepribadian. Dalam mengembangkan intelektual peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemimpin sekolah sebagai pemimpin pendidikan perannya sangat penting buat membantu guru dan muridnya. Didalam kepemimpinnya pemimpin harus dapat memahami, mengatasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkunagn sekolah. Buat meningkatkan kualitas pendidikan seorang pemimpin sekolah harus bisa  meningkatkan kinerja para guru atau bawahannya.

Sebagai pemimpin sekolah harus bisa  memberikan pengaruh-pengaruh yang dapat menyebabkan guru tergerak. Tergerak di dalam melaksanakan tugasnya secara efektif sehingga kinerja mereka akan lebih baik. Jadi, ketika kamu menjadi pemimipin yang mempunyai pengaruh. Kamu diharuskan berusaha semaksimal mungkin, supaya nasehat, saran dan jika perlu perintahnya di ikuti oleh guru-guru. Maka dari itu, pemimpin sekolah bisa mengadakan perubahan-perubahan dalam cara berfikir, sikap, tingkah laku yang dipimpinnya. Melalui keunggulan-keunggulan yang dimilikinya yaitu kelebihan pengetahuan dan pengalaman, ia membantu guru-guru berkembang menjadi guru yang profesional.

Pada waktu atasan menjalankan tugasnya, maka ia harus melakukan pelatihan di sekolah melalui kegiatan administrasi, manajemen dan kepemimpinan. Hal tersebut sangat tergantung pada kemampuannya. Maka seorang pemimpin sekolah sebagai supervisor berfungsi buat mengawasi, membangun, dan juga mengkoreksi. Hal ini untuk mencari inisiatif terhadap jalannya seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Selain itu, setiap pemimpin sekolah sebagai pemimpin pendidikan berfungsi mewujudkan hubungan manusiawi (human relationship) yang harmonis. Hal ini dalam rangka membina dan mengembangkan kerjasama antar personal. Agar secara serempak bergerak kearah pencapaian tujuan melalui kesediaan melaksanakan tugas masing-masing secara efisien dan efektif.

Maka dari itu, semua yang berkaitan dengan pendidikan akan mengarah kepada usaha meningkatkan kualitas pendidikan. Hal tersebut yang sangat dipengaruhi oleh guru dalam melaksanakan tugasnya secara operasional. Oleh sebab itu, pemimpin sekolah harus melakukan supervisi sekolah yang memungkinkan kegiatan operasional itu berlangsung dengan baik.

Dengan mengetahui bagusnya fungsi kepemimpinan pemimpin sekolah sebagai supervisor dalam pengawasan kinerja guru. Maka usaha buat meningkatkan kinerja yang lebih tinggi bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah bagi pemimpin sekolah.

Sebab proses pelaksanaan berlangsung sebagai proses yang tidak muncul dengan sendirinya. Karena faktanya tidak sedikit pemimpin dilembaga pendidikan formal yang sudah berusaha dengan baik buat meningkatkan kualitas pendidikan.

Salah satu caranya memotivasi para guru-guru akan memilki kinerja lebih baik tapi hasilnya masih lebih jauh dari harapan.

Kepemimpinan Kepala Sekolah

1.      Pengertian Kepemimpinan

Pemimpin di lembaga pendidikan formal adalah orang yang pemimpin pendidikan, di lihat dari status dan cara pengangkatan tergolong pemimpin resmi, formal leader, atau status leader. Hal ini memang dampak dari prestasi dan kemampuan didalam memainkan tugasnya sebagai pemimpin pendidikan sebagai sekolah yang telah diserahkan pertanggungjawaban kepadanya. Jadi intinya ialah kemampuan dalam memberikan semangat dan mampu mengajak orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujaun. Pemimpin sekolah sebagai orang yang terpandang dilingkunag masyarakat sekolah. Ia sebagi pusat teladan bagi warga sekolah dan warga masyarakat di sekitar sekolah.

Karena itu ia pemimpin sekolah wajib melaksanakan petunjuk tentang usaha peningkatan ketahanan sekolah. Biasanya, atasan dilembaga pendidikan formal mempunyai kewajiban sebagi pemimpin dibidang pengajaran dan pengembangan kurikulum, administrasi personalia, administrasi personalia staf, hubungan masyarakat, dan perlengkapan organisasi di sekolah. Pemimpin bisa memperoleh tanggungjawab tersebut akan tetapi belum tentu mengerti dengan jelas bagaimana ia dapat menyumbang kearah perbaikan program pengajaran.

2.      Tipe Kepemimpinan

Melalui cara mendukung dan memberi semangat orang lain agar melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan, seorang pemimpin melakukan dalam beberapa cara. Langkah yang pemimpin lakuakn merupakan pencerminan sikap serta gambaran tentang tipe (bentuk) kepemimpinan yang dijalankannya. Mengenai model atau tipe kepemimpinan yang pokok atau juga disebut ekstrem ada tiga tipe atau bentuk kepemimpinan yaitu:

  • Kepemimpinan Otoriter

Dalam hal ini, kepemimpinannya yang bertindak sebagai diktor terhadap anggota-anggota kelompoknya. Karena menurutnya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Kepala sekolah harus bertindak sebagai penguasa dan tidak dapat dibantah sehingga orang lain harus tunduk kepada kekuasaanya. Pemimpin selalu menggunakan ancaman dan hukuman buat menegakkan kepemimpinannya. Jadi model ini hanya akan menyebabkan ketidakpuasan dikalangan guru.

  • Keatasanan Laissez Faire

Mengenai keatasanan ini merupakan kebalikan dari keatasanan otoriter. Karena keatasanan laissez faire menitik beratkan kepada kebebasan bawahan buat melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Perlu dipahami jika model memimpin ini memang lebih memberi kebebasan kepada personil buat menentukan sendiri kebijaksanaan dalam melaksanakan tugas, tidak ada pengawasan dan sedikit sekali memberikan pengarahan kepada personilnya. Model ini memang ini tidak dapat diterapkan secara resmi di lembaga pendidikan, keatasanan laissez faire dapat mengakibatkan kegiatan yang dilakuakn tidak terarah, perwujudan kerja simpang siur, wewenang dan tanggungjawab tidak pasti, kemudian apa yang menjadi tujuan pendidikan tidak tercapai.

  • Keatasanan Demokratis

Selanjutnya mengenai keatasanan demokratis ini lebih menempatkan manusia atau personilnya sebagai factor utama dan terpenting. Hubungan antara atasan dan bawahannya diwujudkan dalam bentuk human relationship atas dasar prinsip saling harga-menghargai dan hormat-menghormati. Mengenai perannya, atasan yang menerapkan model memimpin demokratis ini adalah mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran-saran dari bawahannya, juga kritik-kritik yang membangun dari anggota diterimanya sebagai umpan balik atau dijadikan bahan pertimbangan kesanggupan dan keahlian kelompoknya. Jadi, cara memimpin ini yaitu keatasanan yang aktif, dinamis, terarah yang berusaha memanfaatkan setiap personil buat kemajuan dan perkembangan organisasi pendidikan.

  • Fungsi Kepemimpinan Pendidikan

Jadi, fungsi dari cara memimpin ini yaitu memberikan dukungan memberikan motivasi dan mengarahkan orang-orang dilembaga pendidikan buat mendapatkan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Buat mewujudkan tugas tersebut seorang atasan harus bisa  bekerjasama dengan orang yang dipimpinnya. Seorang atasan harus tahu fungsi dan peranannya sebagai atasan. Adapun fungsi keatasanan pendidikan adalah pada dasarnya dapat dibagai menjadi dua yaitu:

Fungsi yang bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai

  • Atasan berfungsi memikirkan dan merumuskan dengan teliti tujuan kelompok serta menjelaskan supaya anggota dapat berkerjasama mencapai tujuan itu.
  • Atasan berfungsi memberi dorongan kepada anggota-anggota kelompok buat menganalisis situasi supaya dapat dirumuskan rencana kegiatan keatasanan yang dapat memberi harapan baik.
  • Atasan berfungsi membantu anggota kelompok dalam memberikan keterangan yang perlu supaya dapat mengadakan pertimbangan yang sehat.
  • Atasan berfungsi menggunakan kesempatan dan minat khusus anggota kelompok.

Fungsi yang bertalian dengan suasana pekerjaan yang sehat dan menyenangkan

  • Atasan berfungsi memupuk dan memelihara kebersamaan di dalam kelompok.
  • Atasan mengupayakan suatu tempat bekerja yang menyenangkan, sehingga dapat dipupuk kegembiraan dan semangat bekerja dalam pelaksanaan tugas.
  • Atasan dapat menanamkan dan memupuk perasaan para anggota bahwa mereka termasuk dalam kelompok dan merupakan bagian dari kelompok.

3.      Syarat-Syarat Kepala Sekolah

  • Memiliki kesehatan jasmaniah dan rohaniah yang baik.
  • Berpegang teguh pada tujuan yang hendak dicapai.
  • Bersemangat
  • Jujur
  • Cakap dalam memberi bimbingan
  • Cepat serta bijaksana dalam mengambil keputusan
  • Cerdas
  • Terampil dan kompeten dalam hal mengajar dan menaruh kepercayaan kepada yang baik dan berusaha mencapainya

Kinerja Pendidik Pendidikan di Sekolah

1.      Pengertian Kinerja

Maksudnya adalah semua dan keseluruhan sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, keahlian kerja. Semua ini selalu dihubungkan dengan keahlian memberikan pelayanan dan memuaskan pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkupnya.

2.      Penilaian Dan Hasil Kerja

Maksudnya yaitu seatu tahapan terpenting dalam satuan kegiatan, yang mana evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja buat melihat tingkat keberhasilan serta factor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan tersebut. Pencapaian tujuan bisa kerja diukur dengan membandingkan hasil dengan target yang dirumuskan dalam rencana. Oleh karena itu seorang pendidik perlu mengadakan penilaian cara dan hasil kerja.

3.      Hubungan Model Keatasanan Atasan Sekolah SD sebagai Seorang Supervisor dalam pengawasan Kinerja Pendidik

Keberhasilan seorang atasan akan terwujud apabila atasan tersebut memperlakukan orang lain atau bawahannya dengan baik, serta memberikan motivasi agar mereka menunjukan performance yang tinggi dalam melaksanakan tugas. Keatasanan adalah keahlian menggerakan, memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang agar bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada pencapaian tujuan melalui keberanian mengambil keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan. Semua itu dapat dimengerti jika cara kerja kepada sekolah sebagai Seorang Supervisor dalam pengawasan Kinerja Pendidik akan berahasil jika atasan sekolah memperhatikan hasil yang dicapai serta memperlakukan pendidik dengan baik, sehingga mereka bisa  menunjukan performace yang lebih baik.

Kinerja pendidik merupakan aktivitas yang dilakukan pendidik sesuai dengan profesi yang diembannya, buat dapat melakukan tindakan yang sesuai dengan profesi yang diembannya sangat terkait dengan ada tidaknya kepuasan dalam bekerja. Kepuasan bekerja berhubungan erat dengan motivasi kerja. Kenyamanan kinerja timbul dengan baik jika seseorang memiliki motivasi kerja yang baik pula.

Tindakan keatasanan atasan sekolah terhadap kematangan kerja pendidik dan kepuasan kerja pendidik berkorelasi positif, maksudnya kematangan kerja yang tinggi cenderung diikuti oleh kepuasan kerja yang tinggi pula. Berdasarkan pendapat tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa keatasanan atasan sekolah sebagai seorang supervisor dalam pengawasan kinerja pendidik sangat dipengaruhi oleh keatasanannya yang dapat meningkatkan kepuasan sehingga aktivitas kerja pendidik meningkat. Keatasanan akan terwujud apabila seseorang atasan atau atasan sekolah memberikan petunjuk-petunjuk kepada bawahannya, mengadakan pengawasan, motivasi sehigga dapat menimbulkan kepuasan bagi pendidik.