Pasar Modern Masuk Desa, Tidak Ada Masalah Dengan aturan

Regulasi yang melarang pendirian mini market, alfamart dan semacamnya yang dekat dengan pasar tradisional sudah ada beberapa daerah yang menerapkannya. Termasuk di Kabupaten Tulungagung. Kemitraan dagang tersebut sudah dilarang menggunakan aturan jarak radius kilo meter.

Mendengar peraturan seperti ini seakan plong, alhamdulillah artinya nasib mereka toko kelontong, pasar-pasar tradisional akan bisa hidup kembali. Beberapa diskusi celetuk teman mengungkapkan beberapa persoalan.

Kecamatan saya ada sebuah pasar besar yang di sana roda perekonomian masyarakat berjalan. Namun, didekatnya ada sebuah indomaret. Setelah aturan radius itu diterapkan, kini sudah tidak ada lagi indomaret dan alfamart semacamnya yang didirikan di dekat area pasar tradisional. Ini suatu hal yang positif bagi perkembangan perekonomian masyarakat daerah sana.

Namun, saya tergelitik, tercengah saat indomaret, atau alfamart masuk di salah satu desa. Terus terang saya ini kaget. Kok bisa ya? Apa ini karena di desa tersebut tidak ada pasar tradisionalnya? Jika tidak ada pasar tradisional dianggap tidak ada radius jarak perekonomian kecil di sana. Jadi kesimpulannya boleh mendirikan indomaret dan alfamart? Ini pertanyaan yang menggelitik dari teman saya.

Tujuan daerah melarang pendirian minimarket-minimarket modern, seperti Indomaret dan Alfamart, sesungguhnya adalah menjalankan fungsi dari pemerintah atau negara yang menganut madzhab “welfare state” (negara kesejahteraan). Secara konstitusi, Indonesia adalah termasuk welfare state. Pencetus madzhab ini adalah Prof Kranenburg. Dia menyatakan, bahwa negara harus aktif mengupayakan kesejahteraan, bertindak adil yang dapat dirasakan seluruh masyarakat secara merata dan seimbang.

Dari sini sebenarnya sudah bisa kita lihat substansi atau dasar mengapa pendirian minimarket-minimarket modern, seperti Indomaret dan Alfamart, di dekat pasar tradisional dilarang??? Jawabannya adalah mengupayakan kesejahteraan, bertindak adil yang dapat dirasakan seluruh masyarakat secara merata dan seimbang.

Jika di sebuah desa, terjadi persaingan ekonomi yang tidak seimbang antara pasar modern (Indomaret dan Alfamart) dan pasar tradisional termasuk toko klontong dll. Maka ini sangat berbahaya untuk perkembangan perekonomian desa tersebut. Terutama pada keberadaan pasar-pasar tradisional dan para pedagang kelontong, lambat atau cepat pasti akan mati. Setidaknya sekarat.

Maka dari itu, bagi Daerah atau desa yang sudah terlanjur bersaing antara pasar modern dan tradisional atau toko kelontong, setidaknya harus punya plan dalam menciptakan keseimbangan dan keadilan ekonomi demi kesejahteraan masyarakatnya. Setidaknya harus mengandung tiga unsur:

Enabling

Ini diartikan sebagai terciptanya iklim yang mampu mendorong berkembangnya potensi masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat yang bersangkutan mampu mandiri dan berwawasan bisnis berkesinambungan. Misalnya mampu untuk bersaing dalam produk – produknya.

Empowering

Ini mengandung pengertian bahwa potensi masyarakat lebih diperkuat lagi. Petakan kebutuhan dasar dari masayarakat tersebut. Kemudian bersainglah di dalamnya dalam hal melayani kebutuhan pasar/ masyarakat.

Maintaining

Ini merupakan kegiatan pemberdayaan yang bersifat protektif. Potensi masyarakat yang lemah dalam segala hal perlu adanya perlindungan secara seimbang agar persaingan yang terbentuk berjalan secara sehat (Effendi, 2002).

Tidak ada Yang Salah Dengan Aturan

Kasuistik pasar modern (Indomaret dan Alfamart) masuk desa dengan alasan karena di desa tersebut tidak ada pasar-pasar tradisional dan akhirnya boleh didirikan sebuah pasar modern. Maka ini konsekuensi sekaligus tantangan bagi semua masyarakat untuk bisa bersaing fair. Termasuk toko-toko klontong harus mampu bersaing dengan pasar modern tersebut. Dalam hal ini peraturan sudah clear, namun kecakapan dalam persaingan dagang sunggung harus tetap dipantaskan. Ini PR pemerintah daerah atau desa untuk bisa menyeimbangkan perekonomian dagang yang ada di desanya sesuai tujuan sesungguhnya fungsi dari pemerintah atau negara harus mengupayakan kesejahteraan, bertindak adil yang dapat dirasakan seluruh masyarakat secara merata dan seimbang.

1 thought on “Pasar Modern Masuk Desa, Tidak Ada Masalah Dengan aturan”

  1. Ada beberapa faktor yang menyebabkan masyrakat indonesia di pedesaan kurang mampu bersaing dengan pasar modrn (indomaret dan alfamart ) yang pertama sumber daya manusia di pedesaan belum siap untuk bersaing di pasar bebas .kedua sistem ekonomi kapitalis yang di akui atau tidak tumbuh subur di negri kita ,sehingga yang kaya akan semakin kaya sedangkan orang orang miskin akan sulit untuk bangkit.ketiga budaya kelenik yang menghina akal sehat,studi kasus yang fakta unik di tengah masyrakat pedesaan ,jika ada warung tetangga ramai pengunjung dan warung nya sepi ,dia akan menuduh tetangganya bermain dukun ,maka bukanya dia sibuk berfikir untuk membrending usahanya,memperbaiki pelayananya,meluncurkan inovasi barunya dia malah sibuk mencari dukun tandingan wkwkwkkwk

    Solusi terbaik adalah memberikan edukasi kepada masyarkat tentang bagaimana pemanfaatan tekhnologi,memfasilitasi masyarakat agar produk desa agar bisa masuk ke kota , membaca peluang usaha yang ada dan lain sebagainya

    Reply

Leave a Comment