Tantangan Pendidikan Era Millenial

Generasi milenial merupakan salah satu generasi yang lahir dalam rentang waktu awal tahun 1980 hingga tahun 2000 atau Gen-Y. Dinamakan generasi milenial karena generasi yang hidup di pergantian millennium. Seiring dengan masuknya teknologi digital ke segala sendi kehidupan. Teknologi digital yang telah menjadi kebutuhan dasar pada generasi ini. Jadi, generasi ini adalah generasi yang sudah melek teknologi digital, dimana tiap informasi dengan mudah diakses lewat internet. Tetapi, banyak orang berpandangan bahwasannya telah terjadi pergeseran nilai-nilai sosial ketimuran. Sebab, lebih terbuka pemikirannya dengan mudah mengadopsi nilai-nilai sosial daerah barat yang lebih modern. Memang benar, hal tersebut juga telihat jelas dalam kehidupan kita. Tidak sedikit remaja yang mulai bergaya layaknya orang barat, sehingga kehidupan social mereka semakin tergerus.

Kompetensi Yang Dibutuhkan Dalam Era Pendidikan 4.0

Remaja rentan saling berbicara secara langsung mereka memilih menggunakan media internet sebagai jalannya komunikasi. Apabila hal ini semakin gencar dilakukan lambat laun dunia nyata dalam hal interaksi akan pudar. Revolusi industri 4.0 ditandai oleh hadirnya empat hal, yaitu komputer super, kecerdasan buatan, sistem siber, dan kolaborasi manufaktur. Maka dari itu, dibutuhkan kompetensi yang mampu mengimbangi kehadiran keempat hal itu dalam era Pendidikan 4.0. Kompetensi yang dibutuhkan tersebut merupakan salah satu proyeksi kebutuhan kompetensi abad 21. Kompetensi yang dibutuhkan dalam era Pendidikan 4.0 adalah:

Keterampilan Berpikir Kritis & Pemecahan Masalah

Kompetensi ini sangat penting dimiliki peserta didik dalam pembelajaran abad 21. Seorang pendidik di era milenial harus mampu meramu pembelajaran sehingga dapat mengeksplor kompetensi ini dari diri peserta didik.

Keterampilan Komunikasi & Kolaboratif

Sebagai satu kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam abad 21, keterampilan ini harus mampu dikonstruksi dalam pembelajaran. Model pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi harus diterapkan guru guna mengkonstruksi kompetensi komunikasi dan kolaborasi.

Keterampilan Berpikir Kreatif & Inovasi

Revolusi industri 4.0 mengharuskan peserta didik untuk selalu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif. Tindakan ini perlu dilakukan agar peserta didik mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja berbasis industri 4.0. ituasi ini memang dibutuhkan mengingat sudah banyak korban revolusi industri 4.0. Misalnya, banyak profesi yang tergantikan oleh mesin digital robot. Contoh, pembayaran jalan tol menggunakan e-toll. Sistem ini telah memaksa pengelola jalan tol untuk memberhentikan tenaga kerja yang selama ini digunakan di setiap pintu tol.

Contextual Learning Skill

Jadi, pembelajaran ini adalah pembelajaran yang sangat sesuai diterapkan guru 4.0. Jika guru sudah menguasai literasi TIK, maka pembelajaran kontekstual era pendidikan 4.0 lebih mudah dilakukan. Kondisi saat ini TIK merupakan salah satu konsep kontekstual yang harus dikenalkan oleh guru. Pemberian sebuah pelajaran yang banyak kontekstualnya berbasis TIK sehingga guru 4.0 sangat tidak siap jika tidak memiliki literasi TIK.

Literasi Informasi Dan Media

Tidak sedikit saat ini media infromasi bersifat sosial yang digandrungi peserta didik. Saat ini sosial media seolah menjadi media komunikasi yang ampuh digunakan peserta didik dan guru. Dengan adanya sosial media menjadi salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru 4.0. Kehadiran kelas digital bersifat media sosial dapat dimanfaatkan guru, agar pembelajaran berlangsung tanpa batas ruang dan waktu.

Seorang pendidik harus siap menghadapi era pendidikan 4.0 meskipun disibukkan oleh beban kurikulum dan administratif yang sangat padat. Jika tidak, maka generasi muda kita akan terus tertinggal dan efeknya tidak mampu bersaing menghadapi implikasi Revolusi Industri 4.0.

Leave a Comment