PKH (Program Keluarga Harapan)

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat atau KPM.

Sejak tahun 2007, program PKH ini digulirkan oleh pemerintah untuk menangani atau percepatan penanggulanagn kemiskinan.

Komponen PKH (Sasaran dari Program PKH)

Ditegaskan dalam Permensos 1 tahun 2018 tentang Program Keluarga Harapan Pasal 3. Bahwa Sasaran PKH yaitu: Siapa yang berhak mendapatkan program bantuan ini? Yakni KPM (keluarga penerima manfaat dari program ini bukan tanpa syarat, sebagai salah satu program pemerintah melalui kementerian sosial yang diperuntukkan keluarga miskin dan bersyarat. Apa syaratnya? mereka harus memiliki salah satu dari komponen di bawah ini:

1. Ibu Hamil dan anak balita

Mengapa ibu hamil mendapatkan bantuan? PKH ini membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan juga anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan (faskes).

2. Anak Sekolah SD, SMP dan SMA.

Untuk fasilitas layanan pendidikan (fasdik) yang tersedia untuk mereka yang menyekolahkan anak agar pendidikan menjadi prioritas utama di dalam memotong kemiskinan yang ada.

3. Lanjut Usia (Lansia) & Disabilitas.

Salah satu manfaat PKH ini juga mulai didorong untuk mencakup penyandang disabilitas dan lanjut usia dengan mempertahankan taraf kesejahteraan sosialnya. Hal ini sesuai dengan amanat konstitusi dan Nawacita Presiden RI.

Dengan program ini, diharapakan semuanya bisa memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan juga gizi, perawatan, dan juga pendampingan. Termasuk akses terhadap berbagai program perlindungan sosial lainnya yang ini juga merupakan salah satu program komplementer secara berkelanjutan.

PKH ini diarahkan untuk menjadi salah satu episentrum dan center of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.

Tujuan PKH

Salah satu tujuan sejalan dengan misi besar PKH untuk menurunkan kemiskinan. PKH ini diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin, menurunkan kesenjangan (gini ratio) seraya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs). Secara khusus, tujuan PKH adalah:

  1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi Peserta PKH.
  2. Meningkatkan taraf pendidikan Peserta PKH.
  3. Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil (bumil), ibu nifas, bawah lima tahun (balita) dan anak prasekolah anggota Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)/Keluarga Sangat Miskin (KSM).

Hak Peserta PKH (Program Keluarga Harapan)

Dalam hal ini peserta atau penerima manfaat dari program ini berhak menerima:

  1. Mendapatkan bantuan lansung berupa uang tunai melalui rekening himbara yang besarannya sudah disesuaikan dengan ketentuan program.
  2. Mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan dan pendidikan bagi seluruh anggota keluarga.
  3. Terdaftar  dan  mendapatkan  program-program  komplementaritas  dan sinergitas penanggulangan kemiskinan Iainnya, seperti BPNT dan program lainnya sesuai ketentuan.

Kewajiban Peserta PKH

Penerima manfaat dari program PKH ini juga mempunyai kewajiban yang sudah diatur:

  1. Kewajiban komponen kesehatan:
  • Peserta  PKH  wajib  memenuhi  persyaratan  kesehatan  yang  sudah ditetapkan dalam protokol pelayanan kesehatan.
  • Peserta PKH yang dikenakan persyaratan kesehatan adalah peserta yang memiliki ibu hamil/nifas, anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD.
  1. Kewajiban komponen pendidikan Peserta PKH:
  • Yang memiliki anak usia 6-21 tahun diwajibkan untuk didaftarkan/terdaftar pada lembaga pendidikan dasar (SD/MI/SDLB/ Salafiyah Ula/Paket A, SMP/MTs/SMLB/Salafiyah Wustha/Paket B termasuk SMP/MTs terbuka, atau SMA/MA/Paket C termasuk SMA/MA terbuka) dan kehadiran minimal 85% dari hari belajar efektif setiap bulan selama tahun ajaran berlangsung. Apabila ada anak yang berusia 5-6 tahun yang sudah masuk sekolah dasar dan sejenisnya, maka yang bersangkutan dikenakan verifikasi bidang pendidikan.
  1. Kewajiban Komponen Kesejahteraan Sosial:
  • Penyandang disabilitas berat melakukan pemeliharaan kesehatan sesuai kebutuhan. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan melalui kunjungan ke rumah (home care).
  • Lansia melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan atau mengunjungi puskesmas santun lanjut usia (jika tersedia). Lansia harus dipastikan mengikuti kegiatan sosial di fasilitas pelayanan kesejahteraan sosial melalui kegiatan day care dan mengikuti berbagai kegiatan yang dibutuhkan. Lansia yang mengalami kesulitan mengikuti day care dapat mengikuti kegiatan home care dengan pendamping lansia mendatangi ke rumah.  (Pedoman Pelaksanaan PKH Tahun 2016).

 

Leave a Comment