Urgensitas Transformasi Nilai Pendidikan

Mengingat idealnya pendidikan memang diarahkan pada pembentukan kepribadian yang luhur, untuk mencapai suatu cita- cita yang di harapkan. Maka perlu memperhatikan mutu dan kualitas pendidikan itu sendiri, dengan pelbagai upaya perbaikan sistem dan pelaksanaannya. Mutu dan kualitas tersebut hendaknya mengarah pada nilai-nilai estetika pendidikan.

Melihat sistem pendidikan yang ada di Indonesia ini nampaknya sudah sangat bagus, terbukti bahwa pemerintah selalu memberikan evaluasi dan pembenahan lewat pelbagai upaya. Pembenahan kurikulum pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah salah satunya bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Akan tetapi tujuan dari pemerintah tidak selalu sejalan mulus dengan kenyataan di lapangan.

Banyak sekali ditemukan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi dan dilakukan oleh para oknum-oknum pendidikan. Misalnya kecurangan dalam pelaksanaan UAN. Jika Hal semacam ini tidak diperhatikan, maka akan semakin menciderai nilai-nilai pendidikan tersebut. Akibatnya masyarakat akan cenderung skeptis dan tidak lagi menganggap penting pendidikan.

Oleh karena itu, untuk menghindari  sistem yang tertata rapi itu mendapatkan perlakuan yang sesuai juga di dalam implementasinya, Agar cita-cita pendidikan bisa terwujud sesuai harapan. Terdapat beberapa solusi yang penulis tawarkan dalam transformasi nilai-nilai estetika pendidikan untuk meminimalisir kegagalan dari pada tujuan pendidikan tersebut, diantaranya:

Yang pertama, kontribusi steak holder (Guru, orang tua, lingkungan, sosial) dalam penanaman nilai moral pendidikan yang unggul agar terus dijaga.

Yang kedua, kerja sama instansi lembaga harus tetap mengedepankan aspek nilai moral. Baik dari sistem maupun pelaksanaannya, jauh lebih dari itu semua instansi kelembagaan hendak memperhatikan substansi nilai-nilai estetika serta etika pendidikan di dalam transformasinya.

Yang ketiga, menghindari bentuk kecurangan yang terjadi pada dunia pendidikan. Misal dalam pelaksanaan UAN serta pelaksanaan-pelaksanaan yang lainnya.

Masih banyak lagi solusi-solusi yang hendak ditawarkannya sesuai dengan konteks permasalahan yang terjadi. Namun pada intinya dalam pelaksanaannya tetap harus mengedepankan nilai-nilai moral, estetika dan etika pendidikan.(Wyn)