HomeUPDATEBingung Ibadah Jum’at

Bingung Ibadah Jum’at



“Jum’atan opo ora yo enake?” Sebab sek onok Covid, pemerintah nganjurno ibadah nek umah wae” bingung lek ngene iki”.

Masyarakat pun juga bingung, pemerintah menganjurkan sosial distancing (jaga jarak), dan ini berlaku untuk Ibadah Jum’at. Kalau bisa harus diminimalisir berdekatan itu bahkan kalau Jumatan tidak diadakan untuk sementara waktu.

“Sementara orang yang jumatan kan berdekatan”, bingung tenan lek ngene iki”. Sambil nyruput kopi, Soleman ngepulno rokoke karo jigang.

“Asline marem to dapuranmu lek gak jumatan. Sambil ketawa bareng Mukidi menghampiri dan mengajak berangkat Soleman ke masjid.

“Rasah kakean mikir, yoh budal” kata Mukidi.

Tidak kebanyakan mikir, Soleman akhirnya berangkat ke masjid bersama Mukidi.”manut kowe aku lekno”. Soleman bergegas menghabiskan kopi dan rokoknya langsung ambil sajadah berangkat ke masjid sama Mukidi.

“Man, sof e di renggangno sak meter, ben ojok kenekan kopid”. Kata Mukidi.

Karena ada anjuran takmir masjid yang mengharuskan ada jarak diantara barisan sholat. Pun ini menjadi anjuran pemerintah. “wah lek Sofe direnggangno, iki mengko lek masjide kebek ambi setan pye Di?”. Soleman khawatir kalau sof renggang barisan sof akan ditempati Setan.

“Rasah mikir setan, setan gak tahu mikir kowe”. Jebles Mukidi ke Sleman pakai sajadahnya.

Assalamu’ alaikum warohmatulloh….

Usai sholat jum’at budayanya adalah bersalaman. Karena Dhorurot virus korona, sehingga sekarang ini usai sholat dianjurkan tidak usah salaman terlebih dahulu, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Menoleh kanan kiri. “Salaman,,,ora,,,, salaman,,,ora,,,,salaman,,,,ora”. Soleman bingung lagi, karena disampingnya Kiyai Madrasahnya dulu. Kalau gak salaman dikira angkuh. Soleman memutuskna untuk salaman sama pak yai.

“Ora usah salaman Man, wis tak sepuro awakmu”. Sambil menolak tangannya Soleman, Pak yai bergegas ambil sajadah yang didudukinya langsung ambil posisi meninggalkan masjid.

Tidak seperti biasanya, sejak peristiwa covid ini setelah sholat Jum’at kini para jamaah langsung pulang tanpa ada dzikir seperti biasanya.

“Wes sof direnggangno, salaman ra oleh, bar sholat ra dzikir, terus lek traweh sok pye yo?”. Sambil bergumam Soleman.

Gusti tidak mempersulit hambanya dalam hal apapun termasuk ibadah. Bukan soal Covid-19 yang menghalangi untuk beribadah. Tapi kecemasan kita sendiri yang mengakibatkan stress dan akhirnya bisa murunkan imun tubuh kita. Sehingga ketika sudah strees kita akan sering kena penyakit atau virus.

Karena Ramadhan sudah dekat! Mari kita sambut bulan suci ini dengan penuh rasa syukur dan gembira. Karena di Bulan suci ini Allah sudah menjanjikan kepada kita semaunya dengan banyak sekali keberkahan, pengampunan dan terkabulnya doa’doa kita.

Ditengah-tengah pandemic virus corona ini, yang harus kita siapkan adalah menambah ilmu, jaga kesehatan, kebersihan kerap mencuci tangan. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, beristirahat yang cukup dan berolahraga yang teratur, perbanyak amalan, kurangi maksiat dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tetaplah beribadah sesuai dengan kemampuan. /Andika Wayan/

Andika wayanhttps://andikawayanreview.com
A person who likes to write, likes to help, is kind and not arrogant 😀
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments